<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>SATU BIMA</title>
	<atom:link href="https://satubima.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://satubima.wordpress.com</link>
	<description>&#34;kenali kami,sebab kami hidup dan ada&#34;</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Nov 2011 04:51:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='satubima.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>https://secure.gravatar.com/blavatar/23e17f7857a682425f1f17d3cb5a5c58?s=96&#038;d=https%3A%2F%2Fs-ssl.wordpress.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>SATU BIMA</title>
		<link>https://satubima.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="https://satubima.wordpress.com/osd.xml" title="SATU BIMA" />
	<atom:link rel='hub' href='https://satubima.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kabupaten Bima Timur: Antara Cita dan Realita*</title>
		<link>https://satubima.wordpress.com/2010/07/06/kabupaten-bima-timur-antara-cita-dan-realita/</link>
		<comments>https://satubima.wordpress.com/2010/07/06/kabupaten-bima-timur-antara-cita-dan-realita/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2010 11:42:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Asrarudin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bimaku Tanahku]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[bima]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[nusa tenggara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satubima.wordpress.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Arifuddin Hamid** Wacana Pemekaran Wilayah Persoalan pemekaran wilayah seakan menjadi trend dalam memahami konsepsi otonomi daerah. Pasca reformasi, euforia kedaulatan daerah termanifestasi lewat pembentukan kabupaten/kota maupun provinsi baru. Dalam fakta empiris, rezim Orde Baru terutama, memang menerapkan apa yang diistilahkan dengan pendekatan sentralistis (segalanya terpusat dari Jakarta). Semua hasil dan potensi sumber daya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satubima.wordpress.com&amp;blog=12812626&amp;post=111&amp;subd=satubima&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Oleh : Arifuddin Hamid**</em></p>
<p><em> </em></p>
<div id="attachment_270" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><em><em><a href="http://asrarudin.files.wordpress.com/2010/01/bima-peta2-p-sumbawa.jpg"><img class="size-full wp-image-270" title="bima-peta2-p-sumbawa" src="http://asrarudin.files.wordpress.com/2010/01/bima-peta2-p-sumbawa.jpg?w=570" alt=""   /></a></em></em><p class="wp-caption-text">BIMA-NTB</p></div>
<p><em> </em></p>
<p><strong>Wacana Pemekaran Wilayah</strong></p>
<p>Persoalan pemekaran wilayah seakan menjadi <em>trend</em> dalam memahami konsepsi otonomi daerah. Pasca reformasi, euforia kedaulatan daerah termanifestasi lewat pembentukan kabupaten/kota maupun provinsi baru. Dalam fakta empiris, rezim Orde Baru terutama, memang menerapkan apa yang diistilahkan dengan pendekatan sentralistis (segalanya terpusat dari Jakarta). Semua hasil dan potensi sumber daya alam daerah dikeruk dan diperuntukkan (kenyataannya) bagi segelintir elit di Jakarta.</p>
<p>Pola kebijakan sentralistis tersebut kemudian menimbulkan resistansi, terutama dari elit-elit lokal yang merasa hak dan kewenangannya ”terbonsaikan”. Sehingga, otonomi daerah sebagai pemikiran dan sistem dirasa lebih bermartabat dan mampu mengakomodir kepentingan lokal (baca: daerah). Akhir yang terjadi, setiap kelompok masyarakat mengkonsolidir diri, membentuk pemerintahan baru. Sama sekali terpisah, baik dari administrasi pemerintahan maupun fakta geografis. Suatu daerah kemudian pecah dan terbagi menjadi beberapa daerah yang lebih kecil.</p>
<p>Secara konsepsi,</p>
<p><span id="more-111"></span></p>
<p>pemerintah kabupaten/kota memegang peranan yang jauh lebih strategis dan sekaligus mendasar tentang mekanisme manajemen pemerintahan. Hal ini terutama karena secara legal formil, desentralisasi, dalam artian perumusan dan penyelenggaraan kebijakan murni kreasi daerah, tanpa intervensi pusat (lihat UU.32/2004).</p>
<p>Dalam konteks seperti inilah, perdebatan menyangkut pemekaran wilayah Kabupaten Bima menemukan relevansinya. Wacana ini terus bergulir, direspon, dan ditindaklanjuti lewat berbagai aksi nyata menuju praksisme pemerintahan baru. Penulis, sedikit banyak terlibat dalam proses tersebut, dan pun diskursus ini bukanlah lagi sekadar wacana, namun semakin menggelinding menjadi nyata. Demikianlah adanya.</p>
<p><strong>Analisis Dialektik</strong></p>
<p>Pasca pemisahan antara Kabupaten dan Kota Bima pada tahun 2001 lalu, praktis wilayah kabupaten terbagi secara geografis, antara timur dan barat, dengan jarak tempuh yang cukup jauh. Apalagi dengan keluarnya PP.No.10/2008 yang menyatakan pemindahan ibukota kabupaten dari Kota Bima ke wilayah Kecamatan Woha, asumsi bahwa pelayanan administratif akan semakin sulit dan lambat, semakin menjadi momok yang harus terjadi. Dengan kata lain, terdapat legitimasi geografis berdampak administratif, terutama untuk masyarakat yang tinggal di kabupaten kawasan timur.</p>
<p>Perlunya terobosan kebijakan menyangkut permasalahan administrasi semakin esensial sifatnya. Entah melalui pembentukan kabupaten yang baru (Bima Timur), ataupun otonomi lebih luas kepada pemerintah kecamatan di daerah terjauh, hanyalah alternatif saja. Inti yang perlu ditegaskan adalah pelayanan kepada rakyat jangan sampai terabaikan. Dengan konstruksi berpikir demikian, analisis lebih lanjut mengenai dua alternatif di atas menjadi mutlak untuk dilakukan.</p>
<p>Suatu hukum sejarah, alternatif harus diambil, dengan segala konsekuensinya. Tentunya, alternatif yang diprediksi lebih baik. Pembentukan Bima Timur memang opsi yang jauh lebih menarik, cenderung berkeadilan, dan yang paling penting, tidak menimbulkan dampak masa depan, utamanya dengan Bima bagian barat. Sekiranya Bima Timur terbentuk, manajemen pemerintahan sepenuhnya menjadi kewenangan birokrasi baru. Kabupaten Bima (bagian barat) dapat menjalankan roda pemerintahannya sendiri. Dan Bima Timur pun berjalan dengan kebijaksanaannya sendiri, tanpa ada campur tangan diantara keduanya. Konflik dan pertentangan opini tak perlu terjadi. Beda kiranya jika sekadar pemberian otonomi-walaupun dalam skala luas-yang rawan konflik kepentingan. Takaran keadilan sungguhlah sulit diterka, terutama menyangkut pengelolaan hasil alam.</p>
<p>Dialektik selanjutnya adalah persoalan representasi politik. Walaupun penulis sebenarnya tak mau terjebak pada politisasi isu, namun representasi politik kerap menjadi persoalan yang sensitif, sensual dan begitu menggoda. Mau tidak mau, suka tidak suka, keadilan aspiratif tetap menjadi persoalan klasik yang harus dibahas.</p>
<p>Sejatinya, pemekaran wilayah bersifat desentralistis, termasuk dalam hal pembagian pos-pos kekuasaan strategis. Resistansi kepentingan menjadi keharusan yang pasti terjadi. Dalam konteks ini, etnosentrisme geografis akan tetap mewarnai proses perumusan kebijakan. Pembangunan infrastruktur dan orientasi kebijakan secara menyeluruh akan tetap mengacu pada keberasalan (wilayah) dari sang perumus kebijakan itu sendiri. Akibatnya, ketimpangan pembangunan menjadi suatu kemestian. Dan konflik pun tak terhindarkan. Sungguh resiko yang terlalu berat rasanya.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://asrarudin.files.wordpress.com/2010/01/6819_1154227692980_1146303523_30414134_8286201_n.jpg"><img class="size-medium wp-image-272 aligncenter" title="6819_1154227692980_1146303523_30414134_8286201_n" src="http://asrarudin.files.wordpress.com/2010/01/6819_1154227692980_1146303523_30414134_8286201_n.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Pel Sape" width="300" height="225" /></a></p>
<div class="mceTemp mceIEcenter">
<dl class="wp-caption aligncenter">
<dd class="wp-caption-dd">Pelabuhan Sape</dd>
</dl>
</div>
<div id="attachment_273" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://asrarudin.files.wordpress.com/2010/01/6819_1154392417098_1146303523_30414826_6608425_n.jpg"><img class="size-medium wp-image-273" title="6819_1154392417098_1146303523_30414826_6608425_n" src="http://asrarudin.files.wordpress.com/2010/01/6819_1154392417098_1146303523_30414826_6608425_n.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Karaso-Budaya BIma" width="300" height="224" /></a><p class="wp-caption-text">Karaso-Budaya BIma</p></div>
<div id="attachment_274" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://asrarudin.files.wordpress.com/2010/01/6819_1153993447124_1146303523_30413525_8315983_n.jpg"><img class="size-medium wp-image-274" title="6819_1153993447124_1146303523_30413525_8315983_n" src="http://asrarudin.files.wordpress.com/2010/01/6819_1153993447124_1146303523_30413525_8315983_n.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Hasil laut Kita" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Hasil laut Kita</p></div>
<p><strong>Lalu Apa?</strong></p>
<p>Bersandar pada rumusan dan penjelasan sebelumnya, kecenderungan  perlunya pembentukan kabupaten yang baru layaknya menjadi wacana bersama  yang perlu dikonkretkan. Namun penulis merasa, persoalan tak berhenti  sampai disitu. Sudah menjadi tugas seluruh masyarakat, terutama kaum  (muda) intelektualnya menganalisis diskursus ini dengan standar objektif  dan pemikiran yang realistis.</p>
<p>Menghindari wacana yang sekadar politis sifatnya dan miskin  substansi, penulis melihat ada empat langkah strategis yang perlu  dilakukan menyongsong pembentukan Kabupaten Bima Timur. <em>Pertama</em>,  Perubahan pola pikir dan pola tindak masyarakat. Dalam wilayah hasil  pemekaran, tentunya akan terjadi transformasi corak wilayah, dari yang  sebelumnya bercorak pedesaan-tradisional menjadi urban-perkotaan.  Konsekuensi logisnya adalah terjadi alih profesi masyarakat. Persawahan  akan menjadi areal gedung-gedung pemerintahan dan para petani akan  kehilangan profesi asalnya. Jangan sampai terjadi anakronisme dalam  persoalan profesi ini. Karena jika tidak, kekagetan budaya (shock  culture) akan menjadi konflik kultural tak berkesudahan. Tugas seluruh  masyarakat untuk sama-sama menyiapkan mental dan fisik guna menyambut  realisasi Bima Timur ini.</p>
<p><em>Kedua</em>, Pembangunan infrastruktur dan beragam hal yang  diperlukan oleh sebuah kabupaten harus terus digalakkan. Faktor  kemampuan ekonomi, sosial politik, dan faktor penunjang lainnya menjadi  prasyarat terbentuknya kabupaten yang baru (pasal 5 ayat 4  UU.No.32/2004). Persis disinilah, pembangunan secara terus menerus dalam  setiap aspek dan lini kehidupan masyarakat menjadi harga mati yang tak  mungkin ditawar. Terutama infrastruktur fisik, menjadi orientasi utama  yang harus diambil.</p>
<p><em>Ketiga</em>, Sosialisasi intens kepada masyarakat yang tercakup  dalam (rencana) kabupaten Bima Timur. Menjadi suatu fakta empiris,  wacana pemekaran wilayah selalu bersifat elitis yang tak jauh dari  atmosfer politik praktis. Oleh karena demikian, adanya kesinambungan  gerak antara elit masyarakat dengan massa kebanyakan menjadi suatu  keniscayaan. Sungguh tidaklah elok jika realisasi Bima Timur hanya milik  kaum elit dan dipaksakan dari atas.</p>
<p>Niscaya, gerakan itu harus bersifat top-down dan bottom-up sekaligus.  Tujuannya adalah terdapat kesamaan irama gerak dan pemberian dukungan  penuh kepada elit dalam memperjuangkan Bima Timur. Tiada cara lain,  sosialisasi menjadi jalan terbaik dalam menemukan harmonisasi tersebut.</p>
<p><em>Keempat</em>, gerakan massa menjadi langkah alternatif selanjutnya.  Tekanan kepada pemerintah lewat aksi massa jalanan menjadi langkah  lanjutan yang perlu diambil. Tentunya dengan cara yang damai, elegan dan  minus anarkisme. Namun, penulis tetap berkeyakinan, aksi massa tetaplah  alternatif yang bersifat aksidental, dengan frekuensi yang tak terlalu  sering.</p>
<p>Yang juga perlu penulis katakan, ketiga langkah strategis berupa  perubahan pola pikir dan pola tindak masyarakat, pembangunan  infrastruktur, dan sosialisasi intens merupakan pendekatan yang paling  logis untuk dilakukan, setidaknya untuk saat-saat sekarang ini. Hal ini  karena terbentur kebijakan di tingkat nasional berupa moratorium  legislasi pemekaran wilayah, dalam batas waktu yang tidak ditentukan.  Rekomendasi Mendagri (pasal 5 ayat 3 UU.No.32/2004) sulit didapat. Bapak  Gamawan Fauzi tegas menyatakan moratorium tersebut.</p>
<p>Bima Timur terbentuk. Pemerintahan baru tersusun, dan kebijakan  berorientasi kerakyatan menjadi nyata adanya. Semua kiranya sepakat  bahwa idealnya pemekaran wilayah adalah dari, demi dan untuk rakyat,  tanpa kecuali. Derap langkah dan pelaksanaan pemikiran strategis yang  taktis sifatnya harus dikondisikan secara optimal dan tepat sasaran.</p>
<p><em>*   Tulisan adalah pendapat pribadi penulis.<br />
** Penulis adalah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia; Direktur Bidang Politik dan Kebijakan Publik “Republic Institute (Center for Public Policy, Political Economy and Philosophy Studies)”.</em></p>
<p><em>Dibuat di kos ku yang teduh, ditengah siang yang mendung , ditemani secangkir kopi dan tentunya sebungkus Gudang Garam Filter.<br />
UI,Depok, 10 Januari 2010.</em></p>
<p><em>NB: Tolong di-tag ke teman-teman Bima (Sape) lainnya. Tulisan ini sekadar dijadikan refleksi pemikiran.</em></p>
<br />Filed under: <a href='https://satubima.wordpress.com/category/bimaku-tanahku/'>Bimaku Tanahku</a>, <a href='https://satubima.wordpress.com/category/hukum/'>Hukum</a>, <a href='https://satubima.wordpress.com/category/politik/'>Politik</a> Tagged: <a href='https://satubima.wordpress.com/tag/bima/'>bima</a>, <a href='https://satubima.wordpress.com/tag/indonesia/'>indonesia</a>, <a href='https://satubima.wordpress.com/tag/nusa-tenggara/'>nusa tenggara</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/satubima.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/satubima.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/satubima.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/satubima.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/satubima.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/satubima.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/satubima.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/satubima.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/satubima.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/satubima.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/satubima.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/satubima.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/satubima.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/satubima.wordpress.com/111/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satubima.wordpress.com&amp;blog=12812626&amp;post=111&amp;subd=satubima&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://satubima.wordpress.com/2010/07/06/kabupaten-bima-timur-antara-cita-dan-realita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="https://secure.gravatar.com/avatar/3688d511030c5c552481b115eba9b167?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Asrarudin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asrarudin.files.wordpress.com/2010/01/bima-peta2-p-sumbawa.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bima-peta2-p-sumbawa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asrarudin.files.wordpress.com/2010/01/6819_1154227692980_1146303523_30414134_8286201_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">6819_1154227692980_1146303523_30414134_8286201_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asrarudin.files.wordpress.com/2010/01/6819_1154392417098_1146303523_30414826_6608425_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">6819_1154392417098_1146303523_30414826_6608425_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asrarudin.files.wordpress.com/2010/01/6819_1153993447124_1146303523_30413525_8315983_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">6819_1153993447124_1146303523_30413525_8315983_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Semalam di Bajo-Pulau</title>
		<link>https://satubima.wordpress.com/2010/07/06/semalam-di-bajo-pulau/</link>
		<comments>https://satubima.wordpress.com/2010/07/06/semalam-di-bajo-pulau/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2010 11:36:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Asrarudin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bimaku Tanahku]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[bima]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[nusa tenggara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satubima.wordpress.com/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[Hey,ana sa iru*. Kata ini mengalir halus dari seorang perempuan yang menyapa saya ketika pertama kali tiba di pelabuhan kecil Pulau Bajo.Saya kesana pergi berkunjung ke rumah Ua (sepupu Ibu) yang menikah dengan orang Bajo asli. Bahkan beberapa sepupu saya juga menikah dengan orang Bajo. Desa &#8220;Bajo Pulau&#8221; masih merupakan bagian dari wilayah kecamatan Sape, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satubima.wordpress.com&amp;blog=12812626&amp;post=107&amp;subd=satubima&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">
<div id="attachment_443" class="wp-caption aligncenter" style="width: 247px"><a rel="attachment wp-att-443" href="http://satubima.wordpress.com/?attachment_id=443"><img class="size-medium wp-image-443 " title="6819_1154227732981_1146303523_30414135_7041944_n" src="http://asrarudin.files.wordpress.com/2010/06/6819_1154227732981_1146303523_30414135_7041944_n.jpg?w=237&#038;h=300" alt="Anak2 bajo" width="237" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Anak2 bajo</p></div>
<p style="text-align:justify;">Hey,ana sa iru*.<br />
Kata ini mengalir halus dari seorang perempuan yang menyapa saya ketika pertama kali tiba di pelabuhan kecil Pulau Bajo.Saya kesana pergi berkunjung ke rumah Ua (sepupu Ibu) yang menikah dengan orang Bajo asli. Bahkan beberapa sepupu saya juga menikah dengan orang Bajo.</p>
<p style="text-align:justify;">Desa &#8220;Bajo Pulau&#8221; masih merupakan bagian dari wilayah kecamatan Sape, Kabupaten <a href="http://asrarudin.wordpress.com/le-hamidian/">Bima</a>.Nusa Tenggara Barat.Pulau Bajo. Dengan komposisi masyarakat yang unik. Mayoritas masyarakatnya adalah orang Bajo.Tetapi telah mengalami asimilasi dan kulturasi dengan orang-orang <a href="http://asrarudin.wordpress.com/le-hamidian/">Bima</a>. Mayoritas agama mereka adalah Islam. Sama seperti orang-orang Bima pada umumnya.</p>
<div id="attachment_448" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-448" href="http://satubima.wordpress.com/?attachment_id=448"><img class="size-medium wp-image-448" title="6819_1153129105516_1146303523_30411012_2961985_n" src="http://asrarudin.files.wordpress.com/2010/06/6819_1153129105516_1146303523_30411012_2961985_n.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Di pelabuhan sape" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Di pelabuhan sape</p></div>
<div id="attachment_449" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><a rel="attachment wp-att-449" href="http://satubima.wordpress.com/?attachment_id=449"><img class="size-medium wp-image-449" title="6819_1147802212347_1146303523_30397440_1873535_n" src="http://asrarudin.files.wordpress.com/2010/06/6819_1147802212347_1146303523_30397440_1873535_n1.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Bajo..Goo..goo" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Bajo..Goo..goo</p></div>
<p>Mengapa mereka unik??</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-107"></span><br />
Orang Bajo berkomunikasi dengan bahasa Bajo, tetapi juga menguasai beberapa bahasa semisal tentu saja bahasa <a href="http://asrarudin.wordpress.com/le-hamidian/">Bima</a>,bahasa Indonesia, beberapa di antaranya menguasai bahasa Makassar atau Bugis (ini karena awalnya &#8220;mungkin&#8221; mereka memiliki ikatan &#8220;darah&#8221; dengan orang-orang Bugis)</p>
<p style="text-align:justify;">Secara fisik, orang bajo memiliki kulit yang lebih coklat jika di bandingkan dengan orang Bima. Hal ini mungkin saja karena pengaruh panas,air laut dan lingkungan (upzz, bukan diskriminasi dan rasial)</p>
<p style="text-align:justify;">Pulau Bajo yang merupakan gugusan pulau-pulau itu terletak di ujung timur Pulau Sumbawa.Terdapat tiga pulau yang berukuran besar dan berpenghuni. Yaitu Bajo Di (Bajo Barat), Bajo Woha (Bajo tengah) dan Bajo Ele (Bajo Timur). Mereka adalah nelayan yang ulet dan kreatif. Mengarungi lautan untuk mencari ikan dan lain-lain. Tetapi, ada beberapa keluhan semisal penggunaan &#8220;bom ikan&#8221; yang tidak di benarkan, tetapi setelah dilakukan penyuluhan bahwa itu tidak baik, maka kebiasaan ini lambat laut di tinggalkan.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-450" href="http://satubima.wordpress.com/?attachment_id=450"><img class="aligncenter size-medium wp-image-450" title="6819_1154226852959_1146303523_30414121_5293844_n" src="http://asrarudin.files.wordpress.com/2010/06/6819_1154226852959_1146303523_30414121_5293844_n.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a rel="attachment wp-att-451" href="http://satubima.wordpress.com/?attachment_id=451"><img class="aligncenter size-medium wp-image-451" title="6819_1154226932961_1146303523_30414123_2775459_n" src="http://asrarudin.files.wordpress.com/2010/06/6819_1154226932961_1146303523_30414123_2775459_n.jpg?w=300&#038;h=239" alt="" width="300" height="239" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Pemandangan di Bajo sangat indah untuk eko-wisata dan wisata bahari. Tetapi, rupanya pemerintah daerah tidak tanggap akan hal ini. Bisa di pahami, alasan semisal tidak adanya investor,kurang dana, dan tentu saja promosi yang <span style="color:#ff0000;">*TIDAK PERNAH*</span> dilakukan. Ironis sekali bukan??</p>
<div id="attachment_452" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-452" href="http://satubima.wordpress.com/?attachment_id=452"><img class="size-medium wp-image-452" title="6819_1153161186318_1146303523_30411096_6673895_n" src="http://asrarudin.files.wordpress.com/2010/06/6819_1153161186318_1146303523_30411096_6673895_n.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Rumah di bajo</p></div>
<p><a rel="attachment wp-att-453" href="http://satubima.wordpress.com/?attachment_id=453"><img class="aligncenter size-medium wp-image-453" title="6819_1153161146317_1146303523_30411095_1076536_n" src="http://asrarudin.files.wordpress.com/2010/06/6819_1153161146317_1146303523_30411095_1076536_n.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Pasir putih yang terhampar luar di Bajo Ele, sangat potensial jika di jadikan daerah wisata. Bahkan ke indahannya tidak kalah dengan Gili Lombok,Kuta Bali dan pantai-pantai lainnya.Dan tentunya sunset yang meredup di Pulau Bajo tiada duanya.</p>
<p style="text-align:center;"><a rel="attachment wp-att-444" href="http://satubima.wordpress.com/?attachment_id=444"><img class="size-medium wp-image-444 aligncenter" title="6819_1153161026314_1146303523_30411092_2271181_n" src="http://asrarudin.files.wordpress.com/2010/06/6819_1153161026314_1146303523_30411092_2271181_n.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<div id="attachment_454" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-454" href="http://satubima.wordpress.com/?attachment_id=454"><img class="size-medium wp-image-454" title="6819_1154227012963_1146303523_30414125_6294881_n" src="http://asrarudin.files.wordpress.com/2010/06/6819_1154227012963_1146303523_30414125_6294881_n.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Dengan anak2 Bajo</p></div>
<p style="text-align:justify;">Terdapat juga sarang burung walet alam. Yang mana dari beberapa sumber, sarang ini menyumbang pajak bagi Pendapan Asli Daerah (PAD) yang lumayan tinggi bagi kabupaten Bima (maaf,data kurang Gan,hehe) hanya informasi saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Terdapat juga sebuah telaga, yang dalam fabel (dongeng) sebelum tidur kami orang Bima dan tentu saja orang bajo sendiri sebagai &#8220;Talaga Ana Fari&#8221;, telaga bidadari (ahh,langsung saya kepikiran seandainya saya Jaka Tarub gan..hehehe). Telaga ini hanya berupa gua dengan cekungan &#8220;telaga&#8221; yang pada musim kemarau kerontang.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada malamnya saya menikmati ikan bakar, cumi goreng dan lain-lain. &#8220;Seafood dinner&#8221;.,Intinya &#8220;semalam di Bajo&#8221; sungguh berkesan.</p>
<p style="text-align:justify;">Melihat potensi ini mungkin suatu hari nanti, saya pribadi yang akan menjadikan &#8220;Bajo&#8221; sebagai daerah wisata&#8230; <img src='https://s-ssl.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">NB: *Hey,ana sa iru = anak siapa kamu?? (bahasa bajo)</p>
<br />Filed under: <a href='https://satubima.wordpress.com/category/bimaku-tanahku/'>Bimaku Tanahku</a>, <a href='https://satubima.wordpress.com/category/pariwisata/'>Pariwisata</a> Tagged: <a href='https://satubima.wordpress.com/tag/bima/'>bima</a>, <a href='https://satubima.wordpress.com/tag/indonesia/'>indonesia</a>, <a href='https://satubima.wordpress.com/tag/nusa-tenggara/'>nusa tenggara</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/satubima.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/satubima.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/satubima.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/satubima.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/satubima.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/satubima.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/satubima.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/satubima.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/satubima.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/satubima.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/satubima.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/satubima.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/satubima.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/satubima.wordpress.com/107/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satubima.wordpress.com&amp;blog=12812626&amp;post=107&amp;subd=satubima&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://satubima.wordpress.com/2010/07/06/semalam-di-bajo-pulau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="https://secure.gravatar.com/avatar/3688d511030c5c552481b115eba9b167?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Asrarudin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asrarudin.files.wordpress.com/2010/06/6819_1154227732981_1146303523_30414135_7041944_n.jpg?w=237" medium="image">
			<media:title type="html">6819_1154227732981_1146303523_30414135_7041944_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asrarudin.files.wordpress.com/2010/06/6819_1153129105516_1146303523_30411012_2961985_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">6819_1153129105516_1146303523_30411012_2961985_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asrarudin.files.wordpress.com/2010/06/6819_1147802212347_1146303523_30397440_1873535_n1.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">6819_1147802212347_1146303523_30397440_1873535_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asrarudin.files.wordpress.com/2010/06/6819_1154226852959_1146303523_30414121_5293844_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">6819_1154226852959_1146303523_30414121_5293844_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asrarudin.files.wordpress.com/2010/06/6819_1154226932961_1146303523_30414123_2775459_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">6819_1154226932961_1146303523_30414123_2775459_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asrarudin.files.wordpress.com/2010/06/6819_1153161186318_1146303523_30411096_6673895_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">6819_1153161186318_1146303523_30411096_6673895_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asrarudin.files.wordpress.com/2010/06/6819_1153161146317_1146303523_30411095_1076536_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">6819_1153161146317_1146303523_30411095_1076536_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asrarudin.files.wordpress.com/2010/06/6819_1153161026314_1146303523_30411092_2271181_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">6819_1153161026314_1146303523_30411092_2271181_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asrarudin.files.wordpress.com/2010/06/6819_1154227012963_1146303523_30414125_6294881_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">6819_1154227012963_1146303523_30414125_6294881_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Bima</title>
		<link>https://satubima.wordpress.com/2010/07/06/mengenal-bima/</link>
		<comments>https://satubima.wordpress.com/2010/07/06/mengenal-bima/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2010 10:53:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Asrarudin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bimaku Tanahku]]></category>
		<category><![CDATA[bima]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[nusa tenggara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satubima.wordpress.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[By: Asrarudin Hamid Bima adalah nama sebuah daerah yang berlokasi di sisi timur provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Daerah ini tepatnya berada di ujung timur pulau Sumbawa. Di dekat pulau komodo.Yang kini telah terbagi menjadi kabupaten dan kota Bima. Batas-batas umum wilayah sebagai Bima (Kabupaten dan Kota) adalah berikut : Sebelah Utara-Laut Flores. Sebelah Selatan-Samudera [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satubima.wordpress.com&amp;blog=12812626&amp;post=90&amp;subd=satubima&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<p><em>By: Asrarudin Hamid</em><strong> </strong></p>
<p><strong><a rel="attachment wp-att-534" href="http://satubima.wordpress.com/?attachment_id=534"><img class="aligncenter size-medium wp-image-534" title="11443_173311913756_107903443756_2854787_157831_n" src="http://asrarudin.files.wordpress.com/2010/07/11443_173311913756_107903443756_2854787_157831_n1.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a><br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bima  adalah nama sebuah daerah yang berlokasi di sisi timur provinsi Nusa  Tenggara Barat, Indonesia. Daerah ini tepatnya berada di ujung timur pulau Sumbawa. Di dekat pulau komodo.Yang kini telah terbagi menjadi  kabupaten dan kota Bima.</p>
<p style="text-align:justify;">Batas-batas  umum wilayah sebagai Bima (Kabupaten dan Kota) adalah berikut :<br />
Sebelah  Utara-Laut Flores.<br />
Sebelah Selatan-Samudera Indonesia<br />
Sebelah  Timur-Selat Sape<br />
Sebelah Barat-Kabupaten Dompu. (Dompu dan Bima pada  dasarnya “satu”. Yang memiliki bahasa , budaya (kultur) serupa dan lebih  terkenal sebagai “Dou Mbojo”)</p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Secuil  sejarah Bima </strong><em> </em><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Menurut  situs resmi kabupaten Bima, Kabupaten Bima (NB: Bima seperti apa yang  kita lihat sekarang ini) sendiri berdiri pada tanggal 5 Juli 1640 M,  ketika Sultan Abdul Kahir dinobatkan sebagai Sultan Bima I yang  menjalankan Pemerintahan berdasarkan Syariat Islam. Peristiwa ini  kemudian ditetapkan sebagai Hari Jadi Bima yang diperingati setiap  tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi dari beberapa literatur dan bukti-bukti sejarah  kepurbakalaan yang ditemukan di Kabupaten Bima seperti Wadu Pa’a, Wadu  Nocu, Wadu Tunti (batu bertulis) di dusun Padende Kecamatan Donggo  menunjukkan bahwa daerah ini sudah lama dihuni manusia. Hal ini tentunya  tidak terlepaskan dari sejarah kebudayaan penduduk Indonesia terbagi  atas bangsa Melayu Purba (proto-melayu) dan bangsa Melayu baru (deuto  Melayu).</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-90"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Lebih jauh di tuliskan bahwa Kerajaan Bima dahulu  terpecah –pecah dalam kelompok-kelompok kecil yang masing-masing  dipimpin oleh Ncuhi. Ada lima Ncuhi yang menguasai lima wilayah yaitu :<br />
1.  Ncuhi Dara, memegang kekuasaan wilayah Bima Tengah<br />
2. Ncuhi Parewa,  memegang kekuasaan wilayah Bima Selatan<br />
3. Ncuhi Padolo, memegang  kekuasaan wilayah Bima Barat<br />
4. Ncuhi Banggapupa, memegang kekuasaan  wilayah Bima Utara<br />
5. Ncuhi Dorowani, memegang kekuasaan wilayah Bima  Timur.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada masa-masa berikutnya, para Ncuhi ini dipersatukan  oleh seorang utusan yang berasal dari Jawa, yang lebih dikenal dengan  sebutan Sang Bima.Sang Bima inilah yang mempersatukan kelima Ncuhi dalam  satu kerajaan yakni Kerajaan Bima, dan Sang Bima sebagai raja pertama  bergelar Sangaji. Sejak saat itulah Bima menjadi sebuah kesultanan yang  berdasarkan Hadat, dan saat itu pulalah Hadat Kerajaan Bima ditetapkan  berlaku bagi seluruh rakyat tanpa kecuali (Anonim, 2009).</p>
<p style="text-align:justify;">Kesultanan  Bima sangat terkenal di bagian tengah dan timur Indonesia. Dimana pada  zamannya cukup di segani. Dan memiliki beberapa daerah (tanah) “jajahan”  misalnya di Manggarai (wilayah NTT-sekarang), Rinca, dll, Dan sampai  sekarang ini bukti eksistensi Kesultanan Bima masih bisa ditemui berupa  peninggalannya yaitu Istana Kesultanan (Asi Mbojo/Museum Bima) dan  Mesjid Sultan dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Islam di Bima </strong><strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tentang kapan masuknya ajaran  agama Islam di Bima diperoleh informasi yang beragam.<br />
Naskah “Bo”  kerajaan Bima menyebutkan bahwa ketika raja Bima dalam tahun 1015 H (=  1616 M) pergi ke Gowa (Kerajaan di Sulawesi Selatan) untuk kawin dengan  putri raja Gowa, ia kemudian bergelar Sultan Abdul Kahir atau Kahar,  yang mungkin sekali adalah Sultan yang oleh Zollinger disebut Abdul  Galir (Renjana dkk, 2009)</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara itu prasasti Wadu Tunti Parapi  yang berada di daerah Parangina, Sape. Merumuskan dan menjelaskan bahwa  agama Islam di bawa oleh para saudagar (pendakwah Islam) melalui ujung  timur Kabupaten Bima (Sape). Dan itu sebabnya sampai sekarang eksistensi  Islam benar-benar terasa di daerah ini, meskipun di tempat-tempat lain  di seluruh Bima juga tetap sama.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Siapa orang Bima (Dou  Mbojo) </strong><em> </em><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><a rel="attachment wp-att-537" href="http://satubima.wordpress.com/?attachment_id=537"><img class="aligncenter size-medium wp-image-537" title="34550_1363924775276_1146303523_30857481_1655497_n" src="http://asrarudin.files.wordpress.com/2010/07/34550_1363924775276_1146303523_30857481_1655497_n.jpg?w=214&#038;h=300" alt="" width="214" height="300" /></a><br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Penduduk Bima  tersebar di berbagai wilayah Bima. Terdapat beberapa suku yang mendiami  Bima. Mayoritas adalah suku Bima (dou mbojo) dan beberapa suku pendatang  misalkan saja suku Bugis, Bajo, Melayu, Jawa, Arab, Cina dll. Mayoritas  orang Bima adalah muslim. Tipe muslim yang taat.  Tetapi memiliki  toleransi tinggi terhadap pemeluk agama lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk penyebaran  penduduk, data menyebutkan bahwa untuk wilayah Kabupaten Bima,jumlah  penduduk sebanyak 436.437 Jiwa yang terdiri dari 218.744 (50,12%) Jiwa  berjenis kelamin laki-laki dan 217.693 (49,88) berjenis kelamin  perempuan yang tersebar di 18 Kecamatan. Sedangkan wilayah Kota Bima  berdasarkan data Tahun 2000 tercatat sebesar 116.295 jiwa, yang terdiri  dari 57.108 jiwa (49%) penduduk laki-laki dan 59.187 jiwa (51%) penduduk  perempuan. Sebaran penduduk kurang merata, konsentrasi penduduk berada  di pusat-pusat kegiatan ekonomi dan pemerintahan. Penduduk terbanyak  berada di Kelurahan Paruga yaitu sebesar 12.275 jiwa (11,00%) dan paling  sedikit di Desa Kendo yaitu 1.130 jiwa (1.00%)..Penduduk Bima sebagian  besar adalah petani, peladang , nelayan dan pegawai pemerintah.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai  cacatan tambahan bahwa orang bima cukup bersahaja. Sebagian besar masih  mempertahankan adat istiadat, budaya dan kebiasaan yang sejalan dengan  nilai Islam yang berkembang di Bima (Syariah Islam-red) walaupun  sebagian yang lain telah terpengaruh oleh budaya lain sebagai mana  umumnya orang Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pariwisata </strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><a rel="attachment wp-att-545" href="http://satubima.wordpress.com/?attachment_id=545"><img class="aligncenter size-medium wp-image-545" title="26882_1113974587437_1769102226_241333_3442728_n" src="http://asrarudin.files.wordpress.com/2010/07/26882_1113974587437_1769102226_241333_3442728_n.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Terdapat  beberapa lokasi wisata yang indah dan menarik di baik di wilayah  kabupaten maupun kota Bima.Beberapa tempat (objek pariwisata) yang  menarik antara lain pantai Matamboko, Torowamba, Pulau Bajo dengan Pasir  Putih serta Telaga Ana Fari, dan pulau ular (lokasi di Sape, bagian  timur Kabupaten Bima), istana Kesultanan (Asi Mbojo/Museum Bima),  museum Sampa Rajapantai Lawata, pantai Ama Hami sebagai tempat kong-kow  muda-mudi, pasar Senggol. pantai Lawata, pantai Ule, pantai Kolo, pulau  Kambing, kuburan Tolobali, bukit Danatraha (kompleks makam Kesultanan  Bima), Benteng Asakota. Lainnya juga gunung berapi Sangiang  yang  berlokasi di Wera, Pulau Ular (Ular laut jinak dan tidak berbisa).</p>
<p style="text-align:justify;"><a rel="attachment wp-att-550" href="http://satubima.wordpress.com/?attachment_id=550"><img class="aligncenter size-medium wp-image-550" title="6819_1153999207268_1146303523_30413571_7494025_n" src="http://asrarudin.files.wordpress.com/2010/07/6819_1153999207268_1146303523_30413571_7494025_n.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Untuk  Istana Bima (Asi Mbojo) sendiri , Renjana dkk (2009) menuliskan bahwa  bangunan Istana Bima yang kita saksikan sekarang ini ialah sebuah  bangunan bergaya Eropa, dibangun pada tahun 1927-1929. Istana ini  dibangun setelah Istana yang lama rusak. Bangunan Istana yang lama  dibangun pada abad ke-19, juga bergaya Eropa (gaya Portugis), Ukurannya  jauh lebih kecil dibanding istana yang ada sekarang. Perancang Asi Mbojo  adalah Rehatta arsitek kelahiran Ambon yang diundang dan ditugaskan  oleh pemerintah Kolonial Belanda untuk membangun Istana di maksud di  bantu oleh Bumi Jero Istana, Istana ini rampung dikerjakan dan  diresmikan menjadi istana kerajaan Bima tahun 1929.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bima hari ini</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bima hari ini, seperti kondisi-kondisi daerah lainnya di Indonesia.Tentu saja menghadapi problematika kehidupan yang pelik. Dari permasalahan pengangguran yang semakin bertambah. Tingkat kesejahteraan hidup yang masih jauh dari harapan. Pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lain-lain yang tentunya masih menjadi pekerjaan bersama buat kita semua.</p>
<p style="text-align:justify;">Ancaman dekadensi moralitas tentu jua menjadi pekerjaan berat dan bersama. Jika dahulu orang-orang Bima di kenal dengan platform &#8220;Adat matengi syara, syara matengi karo&#8217;a&#8221;. Ataupun slogan-slogan, Maja Labo Dahu, Tahopara nahu sura dou labo Dana* .Tetapi falsafah ini lambat laun semakin kehilangan substansi nilainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal lain yang menjadi catatan jua adalah minimnya &#8220;kesadaran&#8221; dari berbagai pihak untuk mempromosikan Bima sebagai sebuah &#8220;nation&#8221; yang beradab. Publik luar tentunya hanya melihat Bima dari selentingan citra negatif yang di gambarkan televisi sebagai buntut beberapa kejadian yang memilukan beberapa dekade terakhir. Beberapa di antaranya, maraknya &#8220;musim&#8221; perang kampung di beberapa bagian daerah, ricuh pilkada dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan karena kurangnya informasi tentang Bima. Beberapa orang menganggap Bima itu berada di bagian Nusa Tenggara Timur, panas, kerontang dan gersang. Sangat menyedihkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Menitik dari semua permasalahan itu, bahwa sepantasnya berbagai pihak duduk dan berembuk bersama akan penyelesaian dan pemecahan berbagai masalah yang ada. Pemerintah, masyarakat dan semua pihak. Saatnya kita lebih peduli pada Bima kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Salam</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kepustakaan:<br />
Anonim, 2009. Situs  resmi Pemkab. Bima. link sites; <a href="http://bimakab.go.id/">http://www.bimakab.go.id/<br />
</a>Renjana  dkk, 2009. Istana Bima. Situs resmi pelestarian Balai Pelestarian  Purbakala Bali Wilayah Propinsi Bali, NTB, NTT. link sites: <a href="http://www.purbakalabali.com/">http://www.purbakalabali.com/<br />
</a></p>
<p style="text-align:justify;">Foto: courtesy, Bima tanahku dan Satu Bima grup.</p>
</div>
</div>
<br />Filed under: <a href='https://satubima.wordpress.com/category/bimaku-tanahku/'>Bimaku Tanahku</a> Tagged: <a href='https://satubima.wordpress.com/tag/bima/'>bima</a>, <a href='https://satubima.wordpress.com/tag/indonesia/'>indonesia</a>, <a href='https://satubima.wordpress.com/tag/nusa-tenggara/'>nusa tenggara</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/satubima.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/satubima.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/satubima.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/satubima.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/satubima.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/satubima.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/satubima.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/satubima.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/satubima.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/satubima.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/satubima.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/satubima.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/satubima.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/satubima.wordpress.com/90/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satubima.wordpress.com&amp;blog=12812626&amp;post=90&amp;subd=satubima&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://satubima.wordpress.com/2010/07/06/mengenal-bima/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="https://secure.gravatar.com/avatar/3688d511030c5c552481b115eba9b167?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Asrarudin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asrarudin.files.wordpress.com/2010/07/11443_173311913756_107903443756_2854787_157831_n1.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">11443_173311913756_107903443756_2854787_157831_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asrarudin.files.wordpress.com/2010/07/34550_1363924775276_1146303523_30857481_1655497_n.jpg?w=214" medium="image">
			<media:title type="html">34550_1363924775276_1146303523_30857481_1655497_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asrarudin.files.wordpress.com/2010/07/26882_1113974587437_1769102226_241333_3442728_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">26882_1113974587437_1769102226_241333_3442728_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asrarudin.files.wordpress.com/2010/07/6819_1153999207268_1146303523_30413571_7494025_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">6819_1153999207268_1146303523_30413571_7494025_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
